TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, menyatakan sangat mengapresiasi jika Pencak Silat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri perayaan Pawai Raya Pencak, dalam rangkaian acara Jambore Pencak, Minggu (31/05/2015) siang, di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta.
Anies mengatakan, pencak silat merupakan salah satu hal yang penting untuk dipelajari dalam pendidikan karakter bagi para pelajar di Indonesia.
Selain itu ia menyatakan, bahwa Pencak Silat adalah salah satu hal yang bisa melestarikan kebudayaan Indonesia.
"Pencak Silat pun mengajarkan karakter kinerja, yang mana di dalamnya mengajarkan kegigihan dan pantang menyerah. Jika hal ini terlatih sejak dini, akan berpengaruh pada semua hal, yang mana membentuk karakter individu yang pantang menyerah dalam hal apapun," ujar Anies dalam sambutannya.

Hal serupa disampaikan oleh Siswantoyo, Ketua IPSI DIY, yang hadir dalam perayaan Pawai Pencak tersebut. Ia mengatakan, pencak silat merupakan sebuah ilmu yang sesuai untuk pendidikan budaya dan karakter.
Selain itu, ia mengharuskan pencak silat dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
"Pencak silat bukan hanya untuk pendidikan beladiri saja, namun di dalamnya pun terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dan kebudayaan," ungkap Siswantoyo dalam sambutannya.
Siswantoyo berharap, Pencak Silat segera dimasukan sebagai kurikulum wajib di dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dan ditanamkan sejak pendidikan sekolah dasar. (Septiandri Mandariana)
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri perayaan Pawai Raya Pencak, dalam rangkaian acara Jambore Pencak, Minggu (31/05/2015) siang, di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta.
Anies mengatakan, pencak silat merupakan salah satu hal yang penting untuk dipelajari dalam pendidikan karakter bagi para pelajar di Indonesia.
Selain itu ia menyatakan, bahwa Pencak Silat adalah salah satu hal yang bisa melestarikan kebudayaan Indonesia.
"Pencak Silat pun mengajarkan karakter kinerja, yang mana di dalamnya mengajarkan kegigihan dan pantang menyerah. Jika hal ini terlatih sejak dini, akan berpengaruh pada semua hal, yang mana membentuk karakter individu yang pantang menyerah dalam hal apapun," ujar Anies dalam sambutannya.
Hal serupa disampaikan oleh Siswantoyo, Ketua IPSI DIY, yang hadir dalam perayaan Pawai Pencak tersebut. Ia mengatakan, pencak silat merupakan sebuah ilmu yang sesuai untuk pendidikan budaya dan karakter.
Selain itu, ia mengharuskan pencak silat dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
"Pencak silat bukan hanya untuk pendidikan beladiri saja, namun di dalamnya pun terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dan kebudayaan," ungkap Siswantoyo dalam sambutannya.
Siswantoyo berharap, Pencak Silat segera dimasukan sebagai kurikulum wajib di dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dan ditanamkan sejak pendidikan sekolah dasar. (Septiandri Mandariana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar